Kabar

Mahasantri Ma’had ‘Aliy Al-Aimmah Belajar Membuat Abon Tuna, Siap Jadi Da’i Mandiri.

Sekilas dari kegiatan pelatihan pembuatan abon ikan mahasantri MAA.

Pondok Pesantren Tinggi Al-Aimmah Kota Malang melaksanakan ekstrakurikuler berbasis wirausaha bagi para mahasantrinya, yaitu pelatihan pembuatan abon tuna. Kegiatan ini berlangsung pada hari Ahad, 27 September 2020, pukul 08:00 – 11:15 WIB, dan diikuti dengan antusias oleh para mahasantri. Di antara mereka, ada yang berkenan memberikan testimoni berkaitan dengan kegiatan tersebut. Rahmat Jahr (29) misalnya, mahasantri Prodi I’dat Du’at asal Sulawesi Barat tersebut mengatakan “Kegiatan ini sangat positif apalagi untuk mahasantri, karena bisa menjadi bekal di masa depan, disamping sebagai seorang da’i, mereka juga memiliki skil yang lain”. Seorang mahasantri lainnya, Aan bin Zaen (20), menuturkan, “Ini pengalaman pertama dan berharga bagi saya. Di satu sisi, kita dididik untuk menjadi ahli ilmu. Di sisi lain, kita juga dididik untuk hidup mandiri dan berguna bagi masyarakat selalu”, demikian ujar mahasantri Prodi I’dat Huffazh asal Nganjuk, Jatim tersebut.

Proses Pembuatan yang Mudah

Pelatihan ini dibimbing langsung oleh Dr.T. Budi Santosa, SP., MP., dosen Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI). Dr.T. Budi menyiapkan sendiri bahan-bahan yang digunakan untuk praktek, seperti ikan tuna, rempah-rempah, dan bumbu-bumbu yang lain. Beliau memilih pembuatan abon tuna karena umur simpannya yang lama. “Kita memilih praktek pembuatan abon karena teknologinya yang sederhana, dan daya simpannya yang lama karena abon ini merupakan produk kering”, tutur beliau kepada para mahasantri.

Selain mengajari mahasantri dengan skill produksi, Dr. T. Budi juga mengajarkan cara pemasaran produk. Faiz (21), mahasiswa yang mendampingi Dr.T. Budi, turut menjelaskan kepada para mahasantri, “Berdasarkan pengalaman saya, strategi pemasaran itu lebih penting daripada (teknik) produksi karena -strategi yang tepat akan menjadikan- waktu lebih efisien, apalagi bagi da’i yang memiliki kesibukan dalam berdakwah”, demikian tutur mahasiswa semester 5 tersebut.

Para mahasantri MAA berfoto bersama Dr.T. Budi Santosa, SP., MP. sambil menunjukkan hasil percobaan pembuatan abon.

Kegiatan ekstrakurikuler tersebut dilaksanakan sebagai salah satu tujuan Pesantren Tinggi Al-Aimmah, yaitu membekali mahasantri dengan berbagai macam life skill sebagai bekal untuk berdakwah di masyarakat. Ustadz Harno Purwanto, S.P., M.PI. atau biasa disapa Ustadz Abu Sholih, selaku mudir tanfidzi Pesantren Tinggi / Ma’had ‘Aliy Al-Aimmah, mengatakan, “Program ini termasuk program kemitraan (Ma’had ‘Ali Al-Aimmah) dengan (Fakultas Pertanian) Universitas Tribhuwana Tunggadewi yang diketuai oleh Dr.T. Budi. Harapannya (program ini) bisa menjadi bekal untuk mahasantri sehingga alumni pesantren kita bisa mandiri” demikian tutur beliau kepada mahasantrinya.

Reporter: Ilham Prayoga
Dokumentasi: Tim Ma’had ‘Aliy Al-Aimmah Malang

Tampilkan Lebih Banyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Back to top button